4.9/5 - (116 votes)

Digital Consultant

Founder and Chairman of MIT Foundation

I completed my studies in Business Administration, Computer and Information Sytem bachelor program in Bandung in 2000-2005.

In 2006, i start my career at one of biggest Indonesian National Philantropic Institution based in Bandung, West Java as Chief of Volunteer Division and move to Aceh as Marketing and Media Officer.

In 2010, I founded MIT, a non-profit organization focused on IT Development and Digital Literacy. Since 2010-2015 MIT in collaboration with TVRI Aceh has managed 100 episodes of the live talk show TV “Knowing IT” on TVRI Aceh. I was the main resource person and managed the event.

In 2015, I’ve been selected as participant of Smart City Benchmarking Melbourne, Australia with Banda Aceh and Sleman Mayor.

2016, I’m elected as national finalist technology innovation by Satu Indonesia Award.

I also love writing and learn history. I was publish an history and culture magazine, Sicupak Magazine and get Brotherhood Magazine Award from Turkish Magazine, Divanyolu.

I like exploring new things, traveling and was invited to several countries like Kuala Lumpur, Melbourne, and Istanbul.

Read more

Let’s Connect


PROFIL

Teuku Farhan lahir di Kota Banda Aceh pada Jum’at, 12 Maret 1982. Lahir dari pasangan Dosen UIN Arraniry dan Pegawai Universitas Syiah Kuala. Besar di lingkungan kampus Komplek Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam. Ia dikenal sebagai praktisi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan pendiri/ketua Yayasan Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT).

Farhan lahir dari keluarga ulama/cendikiawan dan ulee balang asal Peusangan. Ia merupakan cucu Drs. Muhammad Ali Muhammad, seorang cendikiawan dan ulama Aceh, kabarnya beliau keturunan dari perantau Hadramaut, Yaman. Beliau dikenal di Aceh sebagai perintis zakat profesi dan sangat gigih dengan sikapnya tersebut. Beliau juga termasuk salah satu mahasiswa awal sekaligus pengajar di kampus IAIN Ar-Raniry Darussalam saat kampus baru berdiri pada tahun 1960-an yang masih minim mahasiswa dan dosen. “Atok”, panggilan Farhan kepada kakeknya ini pernah menjabat wakil rektor IAIN Arraniry dan menjadi anggota Majelis Ulama Aceh. Saat diminta pulang mengabdi ke Aceh, beliau rela meninggalkan karirnya yang cemerlang di Kemenag Pusat, Jakarta pulang ke Aceh demi merintis pusat pendidikan di Darussalam dengan kondisi serba terbatas dan menyeberangi sungai Lamnyong masih dengan perahu. Kampus Darussalam waktu itu masih hutan belantara dan banyak Jin Api (Jen Apui). “Atok” (panggilan Farhan untuk kakeknya) juga merupakan anggota akademi wartawan, sering menerjemahkan kitab berbahasa Arab, hobi menulis dan menjadi redaktur di majalah Sinar Darussalam. Beliau juga pernah berkunjung ke beberapa negara seperti India, Singapura, Belanda.

Farhan sejak lahir diberi nama “Teuku” juga seorang keturunan ulee balang (kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuah daerah) dari jalur ayahnya Teuku Djakfar Ali bin TM Ali > Pocut Ruhul > Teuku Muda Peusangan > Teuku Chik Peusangan yang merupakan keluarga besar ulee balang Peusangan terakhir, Teuku Haji Chik Muhammad Djohan Alamsjah Perkasa Alam (Ampon Chik Peusangan).

Riwayat pendidikannya dari TK FKIP di Darussalam, MIN di Tungkop Aceh Besar dan MTsn-MAN I di Banda Aceh (Kini MAN Model). Setelah sekolah ia merantau ke Kota Bandung, Jawa Barat untuk menyelesaikan pendidikan tingginya pada program Administrasi Bisnis dan sarjana komputer jurusan Sistem Informasi. Saat tragedi Tsunami Aceh (2004), ia berada di Aceh dan sempat menjadi pengungsi, tidur beralaskan daun kelapa, beratap langit dan hanya berjarak 100 meter dari barisan mayat korban tsunami selama beberapa minggu bersama keluarga besar dan pamannya Prof Rusjdi Ali Muhammad yang saat itu masih menjabat rektor IAIN Arraniry.

Pada 2006, Farhan memulai karir sebagai relawan di salah satu lembaga filantropi nasional dan diangkat menjadi karyawan sebagai kepala divisi relawan se-Jawa Barat. Jiwa kerelawanannya semakin berkembang setelah aktif dalam aksi kemanusiaan sebagai tim relawan pengobatan gratis di sejumlah tempat terpencil di Jawa Barat, Gempa Jawa (gempa dan tsunami) 2006 di Pangandaran, Jawa Barat dan Gempa Jogjakarta (2006). Farhan yang juga korban Tsunami Aceh (2004) dan sempat menjadi pengungsi mendorong dirinya ingin membalas kebaikan kepada masyarakat dunia yang bersimpati dan memberikan bantuan untuk Aceh waktu itu.

Saat dimutasi ke Aceh pada 2007, karirnya beralih sebagai Marketing Officer untuk dipersiapkan sebagai kepala cabang yang minimal harus menjalani satu tahun pengabdian. Dan sejak itu, Farhan berkenalan dengan awak media dan hobi menulis. Pada 2008, Farhan sempat bekerja di Sekretariat Dewan Pengawas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, badan ad-hoc yang menangani tsunami Aceh-Nias sebagai Tenaga Teknis bidang pendidikan, kesehatan dan gender, kemudian dipindah sebagai Database Officer.

Sejak tahun 2008-2015, Farhan sempat menjadi pengajar lepas mata kuliah komputer dan jurnalistik TV di sejumlah tempat seperti STIKES dan STMIK Ubudiyah, Universitas Serambi Mekkah dan UIN Arraniry. Sempat dipercaya menjadi kepala program studi Sistem Informasi dan kepala pusat ICT di STMIK Ubudiyah.

Sejak 2010, Farhan memutuskan berhenti bekerja dan mendirikan lembaga Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) setelah mengamati rendahnya literasi digital dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada waktu itu. Sejak itu, MIT bekerjasama dengan TVRI Aceh merintis program baru (pertama di Indonesia) saat itu, program talkshow live interaktif Mengenal IT dan menjadi narasumber tetap. Farhan bersama timnya selama lima tahun secara sukarela mengelola lebih dari 100 episode.

Selain itu, Farhan juga sering diminta menanggapi isu-isu terkait perkembangan Teknologi Informasi di berbagai media lokal dan nasional. Farhan kerap diundang sebagai pembicara utama di seminar yang diadakan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Kementrian Kominfo RI, Perbankan dan Lembaga Pendidikan.

Pada 2014, bersama timnya Farhan mengembangkan game berbasis konten lokal menggunakan platform open source. Game ini mendapat sambutan positif masyarakat, di download lebih dari 5000 kali. Sayang program ini berhenti karena minimnya dukungan.

Pada 2015 Farhan diundang ke Melbourne, Australia setelah terpilih sebagai peserta Smartcity Benchmark Trip bersama Walikota Banda Aceh, Bupati Sleman, Tim Markplus, Pejabat Telkom Daerah dan Pusat yang diselenggarakan oleh Telkom.

Salah satu karyanya di bidang teknologi membuatnya terpilih menjadi finalis inovasi teknologi terbaik nasional pada ajang Satu Indonesia Award 2016.

Sejak 2015, talentanya di bidang teknologi informasi, menulis dan hobi mempelajari sejarah budaya Aceh membawanya diundang beberapa kali ke Istanbul, Turki setelah terpilih seleksi peserta International Magazine Fair dan dinobatkan menjadi anggota World Periodical Union (WPU). Farhan juga menulis beberapa artikel dan dimuat di majalah berbahasa Turki, Divanyolu Magazine. Sicupak, Majalah sejarah dan budaya yang dirintisnya bersama sejumlah alumni Turki asal Aceh ini juga meraih penghargaan Brotherhood Magazine dari Divanyolu Magazine, Turki.

Selengkapnya…

Awards

 

 

Satu Indonesia Award 2016

 

Favourite Quotes

He is the one who made you trustees on the earth
(35:39)

People are asleep, when they die they will wake up
(Ali kw.)



On Media




 

Find a domain starting at $0.88

powered by Namecheap


startup aceh, konsultan it aceh, banda aceh, dosen iain ar raniry, dosen universitas serambi mekkah, guide to aceh, web design, technopreneur, hosting aceh, internet activist, internetivist, it consultant, it expert aceh, jasa desain web, komunitas it aceh, koordinator mit, ampon chik peusangan, m ali muhammad, matang glumpang dua, media sosial aceh, social media, mengenal it, mit indonesia, narasumber it aceh, netpreneur aceh, pembicara it aceh, pemeliharaan website aceh, pengusaha aceh, praktisi it aceh, pakar it aceh, program manager, relawan, rumah zakat aceh, serambi techno, social media aceh, sunda, teuku djohan alamsyah, teuku farhan, trainer it aceh, tvri aceh, visit aceh, web design aceh, web designer aceh, web maintenance aceh