Skip to content

12 Jenis Konten yang Dilarang Google

coffee apple iphone smartphone

Jika anda content creator menggunakan platform google baik itu untuk tujuan nge-blog atau jadi youtuber maka anda harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh google. Uniknya aturan google berada diatas aturan negara, artinya meskipun publik dan negara tidak melapor konten “standar” google, maka google tetap akan membiarkan konten tersebut.

Jadi jangan heran kenapa ada konten yang menurut budaya timur kita tidak layak tapi tetap tampil di google, karena standarnya sesuai standarnya google bukan budaya setempat kecuali publik dan pemerintah keberatan dan melaporkan konten tersebut. Walaupun sebagian konten yang dilarang google ini terlihat ketat dan banyak kesamaan tapi google sendiri secara aktif juga melanggar standar nilai konten yang ditetapkan seperti kasus terjemahan google yang rasis dan pernah dikecam warganet.

Ini merupakan titik lemah google meskipun canggih belum mengenal secara mendalam budaya dan adat di suatu negara bahkan daerah, padahal hal itu dimungkinkan dengan bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah sehingga konten yang “dikumpulkan” google semakin relevan dan tidak menciptakan “masalah” baru. Masalah baru seperti kecanduan internet, kesehatan mental, polarisasi, memaksakan standar kebebasan yang tidak bertanggungjawab sampai semakin buruknya perubahan iklim adalah diantara dampak “kegagalan” google sebagai mesin digital sosial paling berpengaruh di dunia.

Berikut 12 jenis nilai “standar” kebijakan konten yang dilarang oleh google :

Kebijakan konten

  1. Konten ilegal
  2. Penyalahgunaan kekayaan intelektual
  3. Konten berbahaya atau penghinaan
  4. Kekejaman terhadap hewan
  5. Konten yang menyesatkan
  6. Memfasilitasi perilaku yang tidak jujur
  7. Software berbahaya atau tidak diinginkan
  8. Konten seksual vulgar
  9. Tindakan seksual berkompensasi
  10. Pengantin pesanan
  11. Tema dewasa dalam konten keluarga
  12. Eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak-anak

Konten ilegal

Kami tidak mengizinkan konten yang:

  • ilegal, mendukung kegiatan ilegal, atau melanggar hak hukum orang lain.

Penyalahgunaan kekayaan intelektual

Kami tidak mengizinkan konten yang:

  • melanggar hak cipta. Kami memiliki kebijakan untuk menanggapi pemberitahuan dugaan pelanggaran berdasarkan DMCA (Digital Millennium Copyright Act). Anda dapat mengajukan permintaan pemulihan melalui¬†formulir ini.
  • menjual atau mempromosikan penjualan produk palsu. Barang palsu memiliki merek dagang atau logo yang identik atau sangat sulit dibedakan dari merek dagang atau logo aslinya. Barang tersebut meniru fitur merek suatu produk dalam upaya untuk menyerupai produk asli dari pemilik merek.

Konten yang berbahaya atau menghina

Kami tidak mengizinkan konten yang:

  • menghasut kebencian terhadap, mendukung diskriminasi atas, atau meremehkan individu atau kelompok berdasarkan ras atau suku, agama, disabilitas, usia, kebangsaan, status veteran, orientasi seksual, jenis kelamin, identitas gender, atau karakteristik lain yang terkait dengan diskriminasi atau marginalisasi sistematis.
    Contoh: Mempromosikan kelompok pembenci atau atribut kelompok pembenci, mendorong orang lain agar percaya bahwa seseorang atau suatu kelompok tidak bermartabat, rendah, atau layak dibenci
  • melecehkan, mengintimidasi, atau menindas individu atau kelompok individu.
    Contoh: Menjadikan seseorang sebagai sasaran kekerasan atau pelecehan, menyiratkan bahwa suatu peristiwa tragis tidak benar-benar terjadi, atau bahwa korban atau keluarganya adalah aktor, atau berkomplot untuk menutupi peristiwa
  • mengancam atau memprovokasi untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain secara fisik atau mental.
    Contoh: Konten yang mendorong bunuh diri, anoreksia, atau tindakan menyakiti diri sendiri lainnya; mengancam seseorang dengan bahaya yang nyata atau ajakan untuk menyerang orang lain; mendukung, memuliakan, atau mengampuni kekerasan terhadap orang lain; konten yang dibuat oleh atau mendukung kelompok teroris atau organisasi perdagangan narkoba transnasional, atau konten yang mempromosikan tindakan teroris, termasuk perekrutan, atau yang merayakan serangan organisasi perdagangan narkoba transnasional atau teroris
  • mengeksploitasi orang lain melalui pemerasan.
    Contoh: Penghapusan eksploitatif, konten porno untuk balas dendam, atau pemerasan

Leave a Reply